G
N
I
D
A
O
L

Filosofi Tandur Bagi Orang Jawa

Filosofi Tandur Orang Jawa

Tandur secara sederhana adalah kependekan dari Tanam Mundur; yaitu cara menanam padi yang sudah menjadi kebiasaan para petani, dengan cara berjalan mundur ke belakang.

Kenapa harus ditanam secara mundur?

Kalau nanamnya maju ke depan, ya bisa rusak terinjak itu bibit tanaman padi. 😅

Lalu, kenapa tidak menyamping saja?

Kan jika mundur, kita tidak bisa melihat ke belakang. Bisa-bisa terbentur atau tersandung. Ternyata, ada filosofi tersembunyi di balik cara menanam mundur tersebut:

#1. Terkadang kita harus mengalah untuk menang

Kok bisa ‘mengalah’, jadi menang?

Inilah salah satu keunikan dari filosofi tandur. Kita melihat petani yang sedang menandur berjalan mundur, tetapi sebenarnya dia sedang bergerak menuju kemajuan. Dengan menandur, ia bisa menanam padi dengan baik, lalu memanennya, lalu menjualnya untuk mendapatkan uang guna memenuhi kebutuhan hidupnya.

Begitu pun dalam hidup.Terkadang, bahkan kerapkali, kita harus mengalah agar permasalahan cepat selesai dengan baik.

Suami istri yang bertengkar hebat, biasanya disebabkan karena tidak ada pihak yang mau mengalah. Tawuran remaja, geng, atau kelompok silat, misalnya. Kedua pihak ingin menang saja. Padahal, efeknya kerap menimbulkan hal-hal yang percuma; kerusakan fasilitas umum, kendaraan pribadi, atau bahkan korban jiwa.

Dengan mengalah kita bisa mencegah masalah menjadi lebih besar.

#2 – Manusia harus mau bekerja keras

Coba bayangkan betapa lelahnya menandur. Petani harus merunduk untuk menanam benih dan memastikan benihnya tertanam dengan baik, berjalan mundur, menanam benih lagi, dan seterusnya. Bagi yang punya encok, bisa sambat semalaman. 🥰

Dari hal ini, kita ambil pelajaran bahwa jika ingin sukses, harus bekerja keras. Tidak ada kesuksesan yang instan. Tidak mungkin bisa dicapai dengan mudah atau muncul dengan tiba-tiba. Kesuksesan dicapai dengan perjuangan yang melelahkan dan usaha terus menerus.

#3 – Manusia harus berikhtiar dan bertawakkal

Ikhtiar berarti usaha yang sepenuh hati dan Tawakkal berarti berserah diri kepada Yang Maha Kuasa.

Setelah petani berusaha menanam padi, kita berserah diri kepada Tuhan karena atas kuasa-Nya padi dapat tumbuh. Bagus atau tidak hasilnya, yang penting petani sudah berusaha menanam padi dengan baik.

Jika hasil panen kurang bagus, petani harus menerima dengan lapang dada dan jika hasil panen bagus, petani tidak boleh sombong dan harus mempertahankan usahanya.

📷 Insert:

Beberapa siswa-siswi SMP CAHAYA QURAN Islamic Boarding School Babat Lamongan, belajar dan praktik nandur di sawah. Yang kebetulan berada tepat di samping lokasi sekolah.

Ini akan jadi pengalaman berharga yang luar biasa. Salam cinta. 🥰

Sabtu, 13 Januari 2024