BABAT – Menjelang pelaksanaan wisuda kelas 9, kami tawarkan ke mereka. Mau pakai make up profesional atau biasa saja. Pakai bedak standard yang dimiliki dan biasa mereka pakai.
Semua anak banat kompak jawab menggunakan make up–momen terakhir, ustadzah…

Setelah disepakati menggunakan make up, maka opsi yang biasa diambil adalah menyewa tukang rias dari luar. Namun, ustadzah2 berpikir; jika mendatangkan jasa rias profesional, tentu saja biayanya lumayan besar. Apalagi barusan iuran untuk wisuda–dan persiapan melanjutkan ke sekolah baru.
Ustadzah-ustadzah berpikir bagaimana menghemat pengeluaran yang satu ini. Diperoleh ide untuk mandiri ber-make up.
Caranya; anak-anak iuran untuk beli aneka kebutuhan rias; ada tokonya di Babat. Beserta kelengkapannya. Lengkap.
Lalu,
Selama beberapa hari pra wisuda mereka dibimbing oleh salah satu ustadzah yang punya dasar kemampuan make up. Latihan lah mereka ber make up sendiri. Mulai foundation sampai action. 😃
Daaaaan…
Pada hari H-nya, mereka berhasil tampil cantik. Pantes, dan tidak menor. Namun, masih terkesan seolah make up dari tukang rias profesional.
Iurannya berapa?
ONLY 80.000/anak.
Itu pun alat make up dan bedak masih lebih, bisa disimpan untuk inventaris yang bisa digunakan untuk adik-adik kelasnya.
Sebentar lagi Agustusan, butuh rias-rias mandiri lagi.
Santri dapat dobel:
- Belajar berhemat dan mengatur keuangan,
- Belajar merias diri
