BABAT – Akreditasi sekarang relatif lebih ringan dan mudah. Begitu yang dikatakan oleh tim asesor dari BAN PDM Provinsi Jawa Timur, ketika melakukan assesmen ke SMP CAHAYA QURAN Islamic Boarding School, Babat, Rabu [06/10].

“Dulu, Akreditasi itu mencapai ratusan indikator penilaian. Kalau sekarang cuma 59 indikator. Relatif lebih mudah,” jelas Bu Ning, salah satu asesor.
“Asalkan sekolah sudah melaksanakan arahan sesuai di KSP, melakukan pembelajaran aktif dan berdiferensiasi, ya mudah. Tinggal bukti pelaksanaannya saja yang diwujudkan,” kata beliau lebih lanjut.
Akreditasi sekarang lebih diutamakan untuk memvalidasi proses pembelajaran aktif, pembelajaran berdiferensiasi, pencegahan dan penanganan perundungan, pengelolaan pembiayaan yang transaparan dan akuntabel, melibatkan orangtua dan komite.
Proses pembelajaran yang menitikberatkan pada kebutuhan anak, dan pembelajaran di ruang kelas juga menjadi salah satu pengamatan, karena itulah ada sesi dimana asesor melakukan observasi dan pengamatan proses pembelajaran yang berlangsung di kelas.
“Setelah dilakukan observasi, barulah asesor melakukan diskusi bersama guru tersebut. Ini dilakukan untuk memberikan masukan atas kekurangan dan kelebihan proses pembelajaran yang sudah berlangsung,” terang Ustadz Guntur, Waka Kurikulum SMP Cahaya Quran–sekaligus bertindak sebagai kepala tim akreditasi SMP CQ.[*]
