Lamongan – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, kru jurnalistik SMP Cahaya Quran Islamic Boarding School berkesempatan untuk mewawancarai Ketua Yayasan Pondok Pesantren Cahaya Quran, Ustadz Moh Shorih Al-Kholid.
Beliau berbagi pandangan mendalam tentang makna kemerdekaan dan tanggung jawab generasi muda dalam mengisinya.
Di tengah semarak perayaan kemerdekaan, Ustadz Shorih mengingatkan bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah hadiah, melainkan buah dari perjuangan yang luar biasa.
“Kemerdekaan RI diperoleh tidak dengan mudah. Perlu perjuangan berdarah-darah dari nenek moyang kita,” tegasnya.
Beliau mengajak para santri untuk membayangkan betapa sulitnya kehidupan di bawah penjajahan yang berlangsung selama ratusan tahun. “Selama kurang lebih 350 tahun Indonesia dijajah, artinya kalau sampean lahir zaman dulu, itu sudah dalam keadaan terjajah. Bisa diperbudak, hidupnya tidak aman, dan selalu terancam,” jelasnya, memberikan gambaran nyata tentang penderitaan para pendahulu.
Atas dasar itulah, menurut Ustadz Shorih, rasa syukur menjadi sebuah keharusan bagi generasi masa kini. “Generasi kita saat ini harus banyak bersyukur dan berterima kasih pada para pahlawan dan pejuang yang berusaha meraih kemerdekaan ini,” ujarnya.
Bentuk terima kasih tersebut tidak hanya berhenti pada ucapan, tetapi juga harus diwujudkan dalam doa dan tindakan nyata. “Kita perlu berdoa untuk kebaikan mereka di alam kubur, memberikan penghargaan atas jasa-jasa mereka,” imbuh beliau.
Lebih lanjut, Ustadz Shorih memberikan pesan khusus kepada para pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, cara terbaik untuk menghargai perjuangan para pahlawan adalah dengan mengisi kemerdekaan melalui prestasi dan akhlak mulia.
“Generasi muda, pelajar, harus mengisi kemerdekaan dengan belajar yang sungguh-sungguh. Karena jika kita bermutu dan berkualitas, maka bangsa ini juga akan semakin maju,” pesannya dengan penuh semangat.
Beliau juga mengingatkan para santri untuk menjauhi segala bentuk kemalasan dan aktivitas yang tidak bermanfaat, yang dapat merusak potensi diri dan masa depan bangsa.
“Jangan bermalas-malasan. Apalagi sibuk begadang main game atau judi online macam slot—yang membahayakan itu,” pungkasnya.
Wawancara ini menjadi pengingat berharga bagi seluruh civitas akademika SMP Cahaya Quran untuk tidak hanya merayakan kemerdekaan dengan gegap gempita, tetapi juga merenungi dan mengisi setiap detiknya dengan hal-hal positif yang dapat membawa kemajuan bagi agama, nusa, dan bangsa.
(Kontributor: Crew Jurnalistik SMP Cahaya Quran)

