Babat, 31 Agustus 2025 – Cuaca pancaroba beberapa pekan terakhir membuat sejumlah santri Pondok Pesantren Cahaya Quran mengalami penurunan kondisi kesehatan. Beberapa di antaranya terserang batuk, pilek, demam, hingga gatal-gatal.
Menanggapi hal tersebut, usai salat Zuhur berjamaah pada Ahad (31/8), Ustadz Moh. Shorih Al-Kholid, pembina di PP Cahaya Quran memberikan kultum singkat dengan tema “Menyerap Energi Matahari”. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga kesehatan tubuh dengan salah satunya memanfaatkan sinar matahari.
Kultum diawali dengan ilustrasi sederhana yang pernah dilakukan para santri pada pelajaran IPA, yaitu percobaan menanam benih dengan perlakuan berbeda. Ada benih yang disimpan di dalam ruangan tanpa terkena sinar matahari, dan ada pula benih yang ditaruh di tempat yang cukup cahaya matahari. Hasilnya, tanaman yang mendapat sinar matahari tumbuh lebih sehat, hijau, dan cepat berkembang, sementara yang disimpan di dalam ruangan pertumbuhannya lambat.
“Artinya, semua makhluk hidup sangat membutuhkan sinar matahari. Termasuk kita, para santri. Dari matahari, tubuh kita menyerap energi dan vitamin yang tidak bisa didapatkan dari makanan atau minuman lain. Dan itu semua gratis, sudah Allah sediakan untuk kita setiap hari,” jelas beliau.
Untuk itu, para santri PP Cahaya Quran diingatkan agar tidak terlalu lama berada di kamar maupun ruang kelas tertutup. Disarankan bagi seluruh santri untuk berjemur di pagi hari, antara pukul 06.30 – 08.00 WIB, agar tubuh mendapat cukup asupan energi dan vitamin dari sinar matahari.
“Tidak boleh terus ‘ndekem’ di kamar atau di kelas ber-AC yang tertutup tanpa cahaya matahari. Itu tidak baik bagi kesehatan tubuh,” tegas beliau menutup kultumnya.
Dengan pesan kesehatan ini, diharapkan para santri lebih disiplin menjaga kondisi tubuh, sehingga dapat menjalani aktivitas belajar, mengaji, dan beribadah dengan semangat dan kesehatan yang prima.***

