BABAT – Maraknya kekerasan di lingkungan pendidikan yang dilakukan murid terhadap guru membuat banyak kalangan miris. Terbaru, seorang guru dibacok tangannya oleh seorang oknum siswa. Penyebabnya, sang siswa tidak terima ditegur gurunya gara-gara tidak pakai sepatu. 🥲

Peristiwa kekerasan itu menjadi perhatian banyak pihak. Termasuk di lingkungan SMP CAHAYA QURAN Islamic Boarding School Babat Lamongan.
Ketua Yayasan Pondok Cahaya Quran, Ustadz Shorih Kholid, merasa sedih mendengar peristiwa tersebut,
“Tidak ada ilmu yang bermanfaat tanpa memuliakan ilmu. Caranya memuliakan ilmu adalah dengan memuliakan guru, orang alim, dan buku/kitab,” tegasnya saat menjadi pembina upacara Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2023 di SMP Cahaya Quran, Sabtu [25/11].
“Yang terjadi dewasa ini, bukannya memuliakan guru. Tapi, banyak murid yang justru mentang-mentang terhadap gurunya.”
“Ironisnya, sikap melawan guru yang sedang mendisiplinkan siswa itu justru dilakukan oleh wali siswa itu sendiri. Wong diajak mendidik anaknya jadi orang bener, kok malah orangtuanya melawan sang guru. Ini ironis sekali,” tutur Ustadz Kholid, menyayangkan kejadian yang banyak terjadi di lingkungan pendidikan.
Di samping itu, beliau juga mengingatkan semua guru di lembaga YPP CAHAYA QURAN untuk senantiasa mengingat jasa dan menghormati guru-gurunya di masa lalu.
“Kita ini selamanya, ya statusnya murid. Tidak ada mantan guru bagi kita. Sekalipun kita hanya diajari Alif ba’ ta’ atau ABC, beliau adalah guru yang berjasa untuk kita hari ini,” pungkasnya.
Upacara Peringatan Hari Guru di SMP Cahaya Quran Islamic Boarding digelar Sabtu [25/23], di halaman sekolah. Semua elemen tenaga pendidik, guru matpel, guru Alquran, hingga pengurus yayasan, ikut hadir dalam upacara pagi itu.[CQ NEWS]

Satu tanggapan pada “Ustadz Kholid; Tak Ada Ilmu yang Manfaat Tanpa Muliakan Guru”
Komentar ditutup.